Menentukan harga potong rambut terlihat sederhana. Tinggal melihat harga barbershop lain, lalu memasang tarif yang kurang lebih sama. Namun, apakah cara tersebut sudah tepat?
Dalam menjalankan usaha barbershop, harga layanan perlu dipertimbangkan dengan matang. Tarif yang terlalu tinggi bisa membuat calon pelanggan berpikir ulang, sedangkan harga yang terlalu rendah berisiko membuat pendapatan usaha tidak sebanding dengan biaya operasional.
Karena itu, pemilik barbershop perlu memahami cara menentukan harga yang sesuai dengan kondisi usaha, target pelanggan, dan kualitas layanan yang diberikan.
Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan sebelum menetapkan tarif layanan barbershop.
1. Kenali Target Pelanggan di Sekitar Outlet
Langkah pertama adalah memahami siapa calon pelanggan yang ingin dijangkau.
Apakah outlet berada di dekat kampus, kawasan perkantoran, permukiman, atau pusat aktivitas masyarakat? Setiap lokasi bisa memiliki karakteristik pelanggan dan kebiasaan belanja yang berbeda.
Contohnya, barbershop di sekitar kampus mungkin perlu mempertimbangkan daya beli mahasiswa. Sementara itu, outlet di kawasan perkantoran bisa memiliki pelanggan dengan kebutuhan dan preferensi layanan yang berbeda.
Memahami lingkungan sekitar membantu Anda menentukan kisaran harga yang lebih relevan.
2. Lakukan Survei Harga Kompetitor
Sebelum menetapkan tarif, cari tahu harga layanan barbershop lain di sekitar lokasi usaha.
Perhatikan beberapa hal berikut:
Harga potong rambut reguler.
Harga layanan tambahan seperti keramas atau styling.
Fasilitas yang tersedia.
Kualitas tempat dan kenyamanan pelanggan.
Promo yang sedang ditawarkan.
Tujuan survei bukan untuk selalu menjadi yang paling murah. Anda perlu memahami posisi usaha di antara kompetitor.
Jika layanan dan fasilitas yang diberikan memiliki nilai tambah, harga yang sedikit berbeda pun dapat dipertimbangkan selama sesuai dengan target pasar.
3. Hitung Biaya Operasional Barbershop
Harga layanan perlu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha.
Beberapa komponen biaya yang perlu dicatat antara lain:
Sewa tempat.
Gaji atau upah karyawan.
Listrik dan air.
Perlengkapan potong rambut.
Produk styling dan perawatan rambut.
Kebersihan dan perawatan outlet.
Biaya promosi.
Biaya operasional lainnya.
Catat biaya tersebut secara rutin agar Anda mengetahui berapa besar pengeluaran usaha setiap bulan.
Jangan menentukan harga hanya berdasarkan perkiraan. Tanpa perhitungan biaya, pemilik usaha akan kesulitan menilai apakah pendapatan dari layanan sudah cukup untuk menutup pengeluaran.
4. Sesuaikan Harga dengan Kualitas Layanan
Pelanggan biasanya mempertimbangkan pengalaman secara keseluruhan, bukan hanya harga.
Hasil potongan rambut, keterampilan barber, keramahan pelayanan, kebersihan peralatan, dan kenyamanan tempat dapat memengaruhi penilaian pelanggan terhadap tarif yang ditawarkan.
Karena itu, pastikan harga yang ditetapkan sejalan dengan kualitas layanan.
Jika ingin menerapkan tarif lebih tinggi, barbershop juga perlu memiliki alasan yang jelas, misalnya kualitas pelayanan, fasilitas, atau pilihan layanan yang lebih lengkap.
5. Buat Daftar Harga yang Mudah Dipahami
Pelanggan sebaiknya tidak perlu bertanya berkali-kali hanya untuk mengetahui tarif layanan.
Buat daftar harga yang sederhana dan mudah dibaca. Pisahkan layanan utama dengan layanan tambahan agar pelanggan memahami pilihan yang tersedia.
Contohnya:
Potong rambut reguler.
Potong rambut anak.
Keramas.
Hair styling.
Creambath atau perawatan rambut lainnya.
Pastikan harga yang ditampilkan sesuai dengan tarif yang benar-benar diterapkan di outlet. Jika ada perubahan harga atau promo, perbarui informasinya agar tidak menimbulkan kebingungan.
6. Pertimbangkan Layanan Tambahan
Selain potong rambut, barbershop dapat menawarkan layanan tambahan sesuai kebutuhan pelanggan dan kemampuan outlet.
Misalnya, layanan keramas, styling, creambath, atau perawatan rambut lainnya.
Layanan tambahan dapat memberikan pilihan lebih luas bagi pelanggan. Namun, jangan asal menambahkan layanan hanya karena kompetitor memilikinya.
Pertimbangkan kebutuhan pasar, ketersediaan perlengkapan, keterampilan karyawan, serta biaya produk yang digunakan.
Setiap layanan perlu memiliki perhitungan harga tersendiri agar biaya yang dikeluarkan tetap diperhitungkan.
7. Evaluasi Harga Secara Berkala
Harga yang sudah ditetapkan bukan berarti tidak boleh berubah.
Seiring waktu, biaya operasional bisa meningkat, kondisi persaingan dapat berubah, dan kebutuhan pelanggan mungkin berkembang.
Lakukan evaluasi secara berkala dengan memperhatikan:
Perubahan biaya operasional.
Jumlah pelanggan yang menggunakan setiap layanan.
Pendapatan dari masing-masing layanan.
Masukan pelanggan mengenai harga.
Perkembangan harga kompetitor.
Jika perlu melakukan penyesuaian, pertimbangkan dampaknya terhadap pelanggan dan kondisi keuangan usaha. Hindari perubahan harga secara mendadak tanpa komunikasi yang jelas.
Jangan Terjebak Perang Harga
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah terus menurunkan harga hanya agar terlihat lebih murah dibandingkan kompetitor.
Strategi tersebut mungkin menarik perhatian dalam jangka pendek, tetapi belum tentu baik untuk keberlangsungan usaha.
Barbershop perlu memiliki nilai yang membuat pelanggan memilihnya, seperti hasil potongan yang konsisten, pelayanan ramah, tempat nyaman, dan pengalaman yang menyenangkan.
Harga yang kompetitif bukan berarti harus menjadi harga paling rendah. Yang lebih penting adalah pelanggan merasa bahwa layanan yang diterima sepadan dengan uang yang dibayarkan.
Menentukan Harga adalah Bagian dari Mengelola Bisnis Barbershop
Menetapkan harga layanan membutuhkan pemahaman tentang target pelanggan, kondisi kompetitor, biaya operasional, dan kualitas pelayanan.
Dengan perhitungan yang lebih terarah, pemilik barbershop dapat menentukan tarif yang masuk akal bagi pelanggan sekaligus mempertimbangkan kebutuhan usaha.
Bagi calon pengusaha, hal ini penting dipahami sejak tahap perencanaan. Sebab, membuka outlet bukan hanya tentang menyiapkan kursi barber dan perlengkapan potong rambut, tetapi juga membangun sistem pengelolaan yang baik.
Mulai Rencanakan Bisnis Barbershop Bersama AyahBarbershop
Ingin memulai usaha barbershop tetapi masih mencari gambaran mengenai kebutuhan outlet dan pilihan kemitraan?
AyahBarbershop menyediakan paket kemitraan dengan investasi mulai dari Rp29 juta. Setiap paket memiliki kelengkapan berbeda dan mencakup pendampingan pembukaan gerai serta operasional setelah gerai dibuka.
Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui pilihan paket dan kebutuhan usaha yang perlu dipersiapkan.
AyahBarbershop
Jl. Jomegatan (belakang pos ronda), Desa Nitiprayan RT4, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
WhatsApp: 087739076675
Mulai dari Satu Outlet, Bangun Bisnis Barbershop Anda.